Mazmur 122-124
Mazmur 122
Doa Seorang Peziarah untuk Yerusalem
1Nyanyian Ziarah Daud. Aku bergembira ketika mereka berkata padaku, “Ayo kita pergi ke rumah TUHAN!”.
2Kaki kami berdiri dalam pintu-pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3Yerusalem, dibangun sebagai kota yang tersambung bersama-sama.
4Ke sana suku-suku mendaki, yaitu suku-suku TUHAN, sesuai dengan peraturan Israel, untuk bersyukur kepada nama TUHAN.
5Sebab, di sana takhta-takhta pengadilan berada, yaitu takhta-takhta seisi rumah Daud.
6Berdoalah bagi kedamaian Yerusalem: “Kiranya sejahtera bagi mereka yang mengasihimu.
7Kiranya kedamaian ada dalam tembok-tembokmu, dan sejahtera di dalam benteng-bentengmu.”
8Demi saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku, aku akan berkata, “Kiranya damai ada dalammu.”
9Demi rumah TUHAN, Allah kita, aku akan mencari kebaikanmu.
Mazmur 123
Ketergantungan pada TUHAN
1Nyanyian Ziarah. Aku mengangkat mataku kepada-Mu, ya Engkau yang bertakhta di surga.
2Lihat, seperti mata para pelayan laki-laki memandang tangan tuannya, seperti mata para pelayan perempuan memandang tangan nyonyanya, begitu juga mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, hingga Dia berbelaskasihan kepada kita.
3Kasihani kami, ya TUHAN, kasihani kami. Sebab, kami sudah kenyang dengan hinaan.
4Jiwa kami sudah kenyang dengan ejekan orang-orang congkak, dengan hinaan orang-orang sombong.
Mazmur 124
TUHAN di Pihak Kita
1Nyanyian Ziarah Daud “Seandainya TUHAN tidak di pihak kita,” biarlah sekarang Israel berkata,
2“Seandainya TUHAN tidak di pihak kita ketika orang-orang bangkit melawan kita,
3mereka sudah menelan kita hidup-hidup saat amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;
4air sudah menghanyutkan kita, arus-arus melanda atas kita.
5Kemudian, amukan air, sudah menenggelamkan kita.”
6Pujilah TUHAN, yang tidak menyerahkan kita sebagai mangsa bagi gigi-gigi mereka.
7Jiwa kita telah terluput seperti burung yang lepas dari jebakan perangkap burung. Jebakan itu rusak, dan kita terluput.
8Pertolongan kita adalah di dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi!