Baca Alkitab Harian

Rencana Kronologis 365 Hari
Kamis, 3 September 2026
Daniel 5-8
Daniel 5
Tulisan di Dinding
1Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar bagi seribu orang pembesarnya, dan dia minum anggur di hadapan seribu orang itu.
2Ketika sedang minum anggur, Belsyazar memerintahkan orang untuk membawa perkakas emas dan perak yang telah dikeluarkan oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem. Dengan demikian, raja dan para pembesarnya, para istrinya, dan para gundiknya minum dari perkakas itu.
3Kemudian, mereka membawa perkakas emas dan perak yang telah diambil dari dalam Bait Suci, rumah Allah di Yerusalem. Lalu, raja dan para pembesarnya, para istrinya, dan para gundiknya minum darinya.
4Mereka minum anggur dan memuji ilah-ilah dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu, dan batu.
5Pada saat itu, tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
6Lalu, air muka raja berubah dan pikiran-pikirannya membuat dia cemas. Sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya saling beradu.
7Raja berseru dengan keras agar para ahli mantra, orang-orang Kasdim, dan para peramal dibawa menghadap. Raja berbicara, lalu katanya kepada orang-orang bijaksana di Babel itu, “Siapa saja yang dapat membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian ungu, lehernya akan dikalungi rantai emas, dan dia akan menjadi orang ketiga yang memiliki kekuasaan di dalam kerajaan ini.”
8Kemudian semua orang bijaksana dari raja datang, tetapi tidak dapat membaca tulisan itu atau memberitahukan maknanya kepada raja.
9Lalu, Raja Belsyazar menjadi sangat cemas dan air mukanya menjadi berubah, dan para pembesarnya menjadi kebingungan.
10Lalu, ratu masuk ke dalam ruang perjamuan karena perkataan raja dan para pembesarnya. Ratu kemudian berbicara dengan berkata, “Ya Raja, hiduplah selama-lamanya! Janganlah pikiran-pikiran Tuanku mencemaskan Tuanku, dan janganlah air mukamu berubah.
11Ada seorang dalam kerajaan tuanku yang penuh dengan roh ilah-ilah yang kudus! Pada zaman ayah Tuanku Raja terdapat orang yang memiliki pencerahan, pengertian, dan hikmat seperti hikmat para ilah. Raja Nebukadnezar, ayah Tuanku, mengangkat mereka menjadi kepala para ahli ilmu gaib, para ahli mantra, orang-orang Kasdim, dan para peramal,
12sebab roh yang luar biasa, pengetahuan, dan pengertian untuk menafsirkan mimpi, menyingkapkan hal-hal tersembunyi, dan menguraikan kesulitan terdapat pada Daniel, yang dinamai Beltsazar oleh raja. Biarlah sekarang Daniel dipanggil dan dia akan memberitahukan maknanya!”
13Lalu, Daniel dibawa menghadap raja. Raja berbicara dan bertanya kepada Daniel, “Kamukah Daniel, salah seorang dari orang-orang buangan keturunan Yehuda, yang dibawa oleh raja, ayahku, dari Yehuda?
14Aku telah mendengar tentang kamu, dan bahwa kamu penuh dengan roh para ilah, dan pencerahan, pengertian, dan hikmat luar biasa yang ada padamu.
15Saat ini, orang-orang bijak dan para ahli mantra telah dibawa kepadaku supaya mereka dapat membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, tetapi mereka tidak sanggup memberitahukan makna dari pesan itu.
16Aku telah mendengar tentang kamu bahwa kamu sanggup menerangkan makna dan menguraikan simpul-simpul. Karena itu, apabila kamu dapat membaca tulisan itu dan memberitahukan maknanya kepadaku, kamu akan dikenakan dengan pakaian ungu dan lehermu akan dikenakan dengan rantai emas, dan kamu akan memiliki kekuasaan sebagai orang ketiga di kerajaan ini.”
17Lalu, Daniel menjawab dan berkata di hadapan raja, “Simpanlah hadiah Tuanku dan berikanlah penghargaan Tuanku kepada orang lain! Namun, aku akan membaca tulisan itu bagi Tuanku Raja dan memberitahukan maknanya kepada Tuanku.”
18“Ya, Raja, Allah Yang Mahatinggi telah mengaruniakan kerajaan, keagungan, kemuliaan, dan kehormatan kepada Nebukadnezar, ayah Tuanku.
19Karena kebesaran yang Dia karuniakan, maka segala suku, bangsa, dan bahasa takut dan gentar terhadap dia. Dia membunuh siapa saja yang dikehendakinya dan membiarkan hidup siapa saja yang dikehendakinya. Dia meninggikan siapa saja yang dikehendakinya dan merendahkan siapa saja yang dikehendakinya.”
20“Akan tetapi, ketika hatinya menjadi tinggi dan pikirannya menjadi keras dalam keangkuhan, dia diturunkan dari takhta kerajaannya, dan kemuliaannya diambil darinya.
21Dia dihalau dari antara manusia, hatinya menjadi sama dengan hati binatang, dan tinggal dengan berada di antara keledai liar. Dia diberi makan rumput seperti sapi, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai dia mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan-kerajaan manusia, dan bahwa Dia mengangkat siapa saja yang dikehendaki-Nya.”
22“Akan tetapi engkau, anaknya, Tuanku Belsyazar, tidak merendahkan hati sekalipun Tuanku mengetahui semuanya ini.
23Tuanku, meninggikan diri terhadap Tuhan semesta langit, perkakas-perkakas dari Bait Suci-Nya mereka bawa ke hadapan Tuanku. Kemudian, Tuanku dengan para pembesar Tuanku, para istri Tuanku, dan para gundik Tuanku telah minum anggur dari perkakas-perkakas itu. Tuanku telah memuji ilah-ilah dari emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan batu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui. Dan, Allah yang menggenggam napasmu dan menentukan segala jalanmu tidak engkau muliakan.
24Karena itu, Dia mengirim punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.
25Beginilah tulisan itu tertulis: Mene, Mene, Tekel, Ufarsin.
26Inilah makna dari perkataan itu: Mene: Allah telah menghitung kerajaan-Mu dan telah digenapi.
27Tekel: Tuanku telah ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan.
28Peres: Kerajaan Tuanku telah dipecah dan akan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
29Sesudah itu, atas perintah Belsyazar, pakaian ungu dikenakanlah kepada Daniel dan rantai emas dikalungkan pada lehernya, dan membuat pernyataan mengenainya bahwa dia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga dalam kerajaan.
30Pada malam itu juga Belsyazar, raja orang Kasdim itu, dibunuh.
31(6-1) Darius, orang Media, mengambil alih kerajaan itu pada saat berusia 62 tahun.
Daniel 6
Gua Singa
1(6-2) Darius berkenan mengangkat seratus dua puluh orang wakil raja atas kerajaannya, dan mereka semua akan ditempatkan di seluruh kerajaan.
2(6-3) Di atas mereka, ada tiga pejabat tinggi dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu, dan kepada merekalah para wakil raja harus memberi pertanggungjawaban supaya raja tidak dirugikan.
3(6-4) Lalu, Daniel melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja, sebab dia memiliki roh yang luar biasa. Dan, raja bermaksud menempatkan dia atas seluruh kerajaannya.
4(6-5) Kemudian, para pejabat tinggi dan para wakil raja mencari alasan untuk menjatuhkan Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak menemukan alasan atau kesalahan apa pun, sebab dia setia dan tidak didapati kelalaian atau kesalahan padanya.
5(6-6) Kemudian, orang-orang itu berkata, “Kita tidak akan menemukan suatu alasan untuk menjatuhkan Daniel kecuali kita menemukannya dalam hal yang berkenaan dengan hukum Allahnya!”
6(6-7) Lalu, para pejabat tinggi dan para wakil raja itu bersama-sama menghadap raja, serta berkata, “Ya Raja Darius, hiduplah selama-lamanya!
7(6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, penguasa dan para wakil raja, para menteri, dan para gubernur telah bermufakat supaya Raja mengeluarkan ketetapan kerajaan dan perintah yang mengikat, bahwa siapa saja yang dalam waktu tiga puluh hari menyampaikan permohonan dan doa kepada salah satu ilah atau manusia, kecuali kepada engkau, ya Raja, maka dia akan dilemparkan ke liang singa.
8(6-9) Sekarang, ya Raja, tetapkanlah larangan itu dan tanda tanganilah surat perintah itu supaya tidak dapat diubah lagi kembali, sesuai dengan hukum orang Media dan Persia yang tidak dapat dicabut kembali.”
9(6-10) Oleh sebab itu, Raja Darius menandatangani surat perintah dan larangan itu.
10(6-11) Ketika Daniel mengetahui bahwa surat perintah itu telah ditandatangani, dia masuk ke rumahnya, yang jendela-jendela dalam kamar atasnya terbuka ke arah Yerusalem. Tiga kali sehari dia berlutut, berdoa, dan mengucap syukur kepada Allahnya seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya.
11(6-12) Lalu, orang-orang itu bergegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan memohon di hadapan Allahnya.
12(6-13) Kemudian, mereka menghadap raja dan berkata kepadanya tentang larangan raja, “Ya Raja, bukankah engkau telah menandatangani larangan bahwa setiap orang yang dalam tiga puluh hari memohon kepada salah satu ilah atau manusia kecuali kepada raja akan dilemparkan ke dalam liang singa?” Raja menjawab dan berkata, “Perkara itu benar sesuai hukum orang Media dan Persia, dan itu tidak dapat dicabut.”
13(6-14) Kemudian, mereka menjawab dan berkata kepada raja, “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak menghormati engkau, ya Raja, atau terhadap larangan yang telah engkau tanda tangani, tetapi tetap berdoa tiga kali sehari.”
14(6-15) Setelah raja mendengar hal itu, dia sangat sedih dan mencari jalan untuk melepaskan Daniel. Hingga matahari terbenam, dia masih berupaya untuk melepaskannya.
15(6-16) Lalu, orang-orang itu kembali menghadap raja dan berkata kepadanya, “Ketahuilah, ya Raja, bahwa sesuai dengan hukum orang Media dan Persia, tidak ada larangan atau ketetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah.”
16(6-17) Sesudah itu, raja memberi perintah supaya Daniel dibawa dan dilemparkan ke liang singa. Raja berbicara kepada Daniel, katanya “Allahmu yang kepada-Nya kamu menyembah dengan tekun, Dialah yang akan melepaskanmu.”
17(6-18) Sebuah batu dibawa dan diletakkan pada mulut liang, lalu raja mengecap dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya perkara mengenai Daniel ini tidak dapat berubah.
18(6-19) Kemudian, raja pulang ke istananya dan melewatkan malam itu dengan berpuasa. Tidak ada penghibur-penghibur yang dibawa ke hadapannya, dan dia tidak dapat tidur.
19(6-20) Saat fajar menyingsing, raja bangun dan bergegas pergi ke liang singa.
20(6-21) Ketika sampai di dekat liang itu, berserulah dia dengan suara sedih. Raja berbicara kepada Daniel, katanya “Ya Daniel, hamba Allah yang hidup, apakah Allahmu yang kausembah dengan tekun sanggup melepaskanmu dari singa-singa itu?”
21(6-22) Kemudian, kata Daniel kepada raja, “Ya Raja, hiduplah selama-lamanya!
22(6-23) Allahku mengirim malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak menyakiti aku. Sebab, aku tidak didapati bersalah di hadapan-Nya, dan juga terhadap engkau, ya Raja, aku tidak melakukan kejahatan.”
23(6-24) Raja sangat bergembira dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari liang. Lalu, ditariklah Daniel dari liang itu dan tidak didapati ada luka padanya karena dia percaya kepada Allahnya.
24(6-25) Raja memberi perintah supaya mereka membawa orang-orang yang telah menuduh Daniel, lalu melemparkan mereka, anak-anak, dan istri mereka ke liang singa. Singa-singa itu telah menerkam sampai meremukkan semua tulang mereka, bahkan sebelum orang-orang itu sampai ke dasar liang,
25(6-26) Sesudah itu, Raja Darius menulis surat kepada semua orang dari segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang tinggal di seluruh bumi: “Kiranya bertambahlah kesejahteraanmu!
26(6-27) Aku membuat perintah bahwa dalam seluruh kerajaan kekuasaanku hendaklah orang takut dan gentar kepada Allahnya Daniel. Sebab, Dia adalah Allah yang hidup kekal untuk selama-lamanya. Kerajaan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak berkesudahan.
27(6-28) Dia melepaskan dan menyelamatkan, dan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat di langit dan di bumi. Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa.”
28(6-29) Dan, Daniel ini berhasil pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia.
Daniel 7
Penglihatan tentang Empat Binatang
1Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, Daniel mendapat mimpi dan penglihatan-penglihatan dalam pikirannya saat berada di tempat tidurnya. Lalu, dia menuliskan mimpi itu dan menceritakan garis besarnya.
2Daniel berkata, “Aku melihat dalam penglihatanku pada malam hari, tampaklah keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar.
3Dan, keempat binatang besar muncul dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.
4“Yang pertama seperti singa dan mempunyai sayap burung rajawali. Aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut. Ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan hati manusia diberikan kepadanya.”
5“Lalu, tampaklah seekor binatang lain, yang kedua, seperti seekor beruang. Ia berdiri pada satu sisi, dan terdapat tiga tulang rusuk dalam mulutnya di antara giginya. Demikianlah dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah, makanlah daging yang banyak.’”
6“Sesudah itu, aku melihat dan tampaklah seekor binatang yang lain, seperti macan tutul yang memiliki empat sayap burung pada punggungnya. Binatang itu berkepala empat dan kepadanya diberikan kekuasaan.”
7“Setelah itu, aku melihat dalam penglihatan pada malam itu, tampaklah seekor binatang keempat, yang menakutkan, dahsyat, dan sangat kuat. Ia mempunyai gigi besi yang besar. Ia melahap dan meremukkan serta menginjak-injaknya, lalu menginjak-injak sisanya dengan kakinya. Ia berbeda dengan semua binatang yang sebelumnya, dan ia memiliki sepuluh tanduk.”
8“Pada saat aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampaklah sebuah tanduk lain yang kecil muncul di antaranya, dan ketiga tanduk pertama tercabut di hadapannya. Lalu, tampaklah pada tanduk itu terdapat mata seperti mata manusia, dan sebuah mulut yang mengucapkan kesombongan.
9“Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, kemudian duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya seputih salju dan rambut di kepala-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, dengan roda-rodanya dari api yang berkobar.
10Sungai api yang menyala-nyala muncul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu kali orang melayani Dia, berlaksa-laksa orang berdiri di hadapan-Nya. Lalu, Majelis Pengadilan digelar, dan kitab-kitab dibuka.”
11“Lalu, aku terus melihatnya sebab tanduk itu terus bercakap besar. Aku terus melihatnya sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala.
12Binatang-binatang yang lain dicabut kekuasaannya, tetapi hidup mereka diperpanjang sampai pada waktu dan masanya.”
13“Aku terus melihat penglihatan pada malam itu, dan tampaklah seorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan dari langit. Ia datang kepada Yang Lanjut Usianya itu dan dibawa ke hadapan-Nya.”
14“Lalu, kepada-Nya dikaruniakan kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan sehingga orang-orang dari segala suku, bangsa, dan bahasa menyembah kepada-Nya. Kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan-Nya adalah kerajaan yang tidak akan binasa.”
Arti Mimpi Daniel
15“Maka aku, Daniel, rohku tertekan di dalam aku, dan penglihatan-penglihatan dalam pikiranku menggelisahkan aku.
16Aku mendekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan bertanya kepadanya tentang arti sebenarnya dari semua ini. Lalu, dia berkata kepadaku dan memberitahukan makna dari hal-hal itu:
17‘Binatang-binatang besar yang empat ekor itu adalah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi.
18Namun, orang-orang kudus kepunyaan Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan dan memegang pemerintahan itu selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.’
19“Sesudah itu, aku ingin mengetahui arti sebenarnya dari binatang keempat, yang tampak berbeda dari semua binatang yang lain, yang sangat menakutkan, bergigi besi, dan kukunya dari tembaga, yang melahap dan meremukkan serta menginjak sisanya dengan kakinya;
20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada di kepalanya, dan tentang tanduk lain yang muncul dan terhadapnya ketiga tanduk lainnya patah, yaitu tanduk yang mempunyai mata dan yang mulutnya bercakap besar, dan terlihat lebih besar daripada tanduk-tanduk yang lain.
21Aku melihat tanduk itu mengadakan peperangan melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,
22sampai Yang Lanjut Usianya datang, dan memberikan keadilan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi, dan tibalah waktunya bagi orang-orang kudus itu memegang kerajaan.”
23“Lalu, dia berkata demikian, ‘Binatang keempat itu adalah kerajaan keempat yang akan muncul di bumi. Kerajaan itu berbeda dengan semua kerajaan, dan akan melahap seluruh bumi, menginjak-injaknya, dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu adalah sepuluh orang raja yang muncul dari kerajaan itu. Setelah mereka, akan muncul seorang raja. Dia berbeda dengan raja-raja yang sebelumnya, dan dia akan merendahkan tiga raja.
25Dia akan mengucapkan perkataan menentang Yang Mahatinggi dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Dia berkehendak mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa, dua masa, dan setengah masa.”
26“Akan tetapi, Majelis Pengadilan akan duduk dan kekuasaannya akan dicabut darinya, untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.
27Pemerintahan, kekuasaan, dan kemuliaan dari kerajaan-kerajaan di bawah kolong langit akan diserahkan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, segala kekuasaan akan melayani dan taat kepada mereka.”
28“Beginilah akhir dari berita itu. Aku, Daniel, menjadi sangat gelisah oleh pikiran-pikiranku dan air mukaku berubah, tetapi aku menyimpan perkara itu dalam hatiku.”
Daniel 8
Penglihatan tentang Domba dan Kambing Jantan
1“Pada tahun ketiga pemerintahan Raja Belsyazar, sebuah penglihatan tampak kepadaku, Daniel, setelah yang mula-mula dahulu tampak kepadaku.
2Aku melihat penglihatan itu, ketika melihatnya aku berada di Puri Susan, di Provinsi Elam. Aku melihat penglihatan itu, dan aku sedang berada di tepi Sungai Ulai.
3Aku mengangkat mataku dan melihat, seekor domba jantan tampak berdiri di depan sungai itu, bertanduk dua, dan kedua tanduk itu tinggi. Salah satunya lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.
4Aku memperhatikan domba jantan itu menanduk ke barat, utara, selatan, dan tidak ada seekor binatang pun yang tahan menghadapinya, dan tidak ada yang dapat selamat dari kuasa tangannya. Ia melakukan sekehendak hatinya dan meninggikan diri.”
5“Sementara aku memperhatikannya, seekor kambing jantan tampak dari sebelah barat melintasi seluruh permukaan bumi tanpa menyentuh tanah. Dan, kambing jantan ini memiliki satu tanduk yang mencolok di antara kedua matanya.”
6“Ia mendatangi domba jantan yang memiliki dua tanduk, yang kulihat berdiri di depan sungai itu. Lalu, ia menyerang domba itu dengan kemarahan yang hebat.
7Aku melihat ia mendekat ke samping domba jantan itu dan sangat marah kepadanya, kemudian menghantam domba jantan itu dan mematahkan kedua tanduknya. Domba jantan itu tidak berdaya untuk menghadapinya, ia dihempaskan ke bumi, diinjak-injak, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.”
8“Kambing jantan itu sangat meninggikan diri. Namun, saat ia menjadi kuat, tanduknya yang besar itu patah, dan dari situ muncul empat tanduk yang mencolok, mengarah pada keempat mata angin di langit.”
9“Dari salah satu tanduk itu keluar satu tanduk yang kecil, yang menjadi besar ke arah selatan, ke arah timur, dan ke arah Tanah Permai.
10Tanduk itu membesar sampai ke bala tentara langit, dan ia menjatuhkan sebagian dari bala tentara itu dan bintang-bintang ke bumi, lalu ia menginjak-injaknya.
11Bahkan, ia sampai meninggikan dirinya terhadap Panglima Bala Tentara, dan mengambil kurban persembahan sehari-hari dari-Nya dan merobohkan tempat kudusnya.
12Tentaranya terus-menerus memberontak, maka ia melemparkan kebenaran ke tanah, dan segala pencapaiannya berhasil.”
13“Lalu, aku mendengarnya, yaitu seorang kudus berbicara, dan orang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu, ‘Sampai berapa lama penglihatan-penglihatan ini terus terjadi, dan pemberontakan terus-menerus itu membawa kehancuran, serta tempat kudus dan para bala tentaranya diinjak-injak?’”
14“Dan, dia berkata kepadaku, “Sampai lewat 2.300 petang dan pagi, lalu tempat kudus itu dibenarkan kembali.”
15“Saat aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha untuk memahaminya, kemudian, lihat, di hadapanku berdiri seseorang yang rupanya seperti manusia.
16Dan, aku mendengar suara manusia dari tengah-tengah Sungai Ulai, yang berseru dan berkata, “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”
17“Kemudian, dia datang mendekat ke tempat aku berdiri. Saat dia datang, aku ketakutan dan jatuh tertelungkup. Lalu, dia berkata kepadaku, “Pahamilah, hai anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir zaman.”
18“Saat dia berbicara denganku, aku tertidur dengan wajah menghadap ke tanah. Akan tetapi, dia menyentuh aku dan membuat aku berdiri tegak.
19Dia berkata, ‘Sesungguhnya, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi saat murka ini berakhir, sebab hal itu mengenai akhir zaman.’”
20“Domba jantan bertanduk dua yang kamu lihat adalah raja-raja Media dan Persia.
21Kambing jantan yang berbulu lebat itu adalah raja Yunani, dan tanduk besar di antara kedua matanya adalah raja yang pertama.
22Tanduk itu patah, dan empat buah tanduk yang muncul pada tempat itu adalah empat kerajaan yang akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang dahulu.”
23“Dan, pada akhir kerajaan mereka, saat para pemberontak telah penuh kejahatannya, seorang raja dengan muka yang garang dan pandai menipu akan muncul.
24Kekuatannya akan menjadi besar, tetapi bukan dari kekuatannya sendiri. Dia akan menyebabkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil. Dia akan membinasakan orang-orang yang berkuasa, juga umat yang kudus.”
25“Karena akal budinya, tipu daya yang dia lakukan akan berhasil. Dia akan meninggikan dirinya dalam hatinya, dan dia akan memusnahkan banyak orang dalam masa damai. Dia juga akan bangkit melawan Penguasa segala penguasa. Akan tetapi, pada akhirnya dia akan dihancurkan tanpa tangan.”
26“Penglihatan petang dan pagi itu, yang dia beritahukan itu adalah benar. Akan tetapi, kamu, sembunyikanlah penglihatan itu, karena hal itu mengenai hari-hari depan yang masih jauh.”
27“Aku, Daniel, menjadi pingsan dan sakit beberapa hari lamanya. Sesudah itu, aku bangun dan melakukan tugas raja. Aku terheran-heran terhadap penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.”
Total hari yang sudah dicatat: 5 / 365