1 Timotius 2-4
1 Timotius 2
Berdoalah bagi Semua Orang
1Pertama-tama, aku menasihatkan kamu untuk menaikkan permohonan, doa, doa syafaat, dan ucapan syukur bagi semua orang,
2bagi raja-raja, dan semua orang yang duduk di pemerintahan supaya kita dapat menjalani hidup yang tenang dan damai dalam segala kesalehan dan kehormatan.
3Hal ini baik dan berkenan di hadapan Allah, Juru Selamat kita,
4yang menghendaki semua orang diselamatkan dan sampai kepada pengetahuan akan kebenaran.
5Sebab, hanya ada satu Allah dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Yesus Kristus,
6yang telah memberikan diri-Nya sendiri sebagai tebusan bagi semua orang. Kesaksian ini dinyatakan pada waktu yang ditetapkan-Nya.
7Untuk itulah, aku ditetapkan sebagai pengkhotbah dan rasul -- aku berkata benar, aku tidak bohong -- dan sebagai guru dalam iman dan kebenaran bagi bangsa-bangsa lain.
Sikap Laki-Laki dan Perempuan dalam Ibadah Jemaat
8Karena itu, aku ingin laki-laki di segala tempat berdoa sambil mengangkat tangannya yang kudus tanpa kemarahan dan pertengkaran.
9Demikian juga, aku ingin perempuan berpakaian pantas, penuh kesopanan dan pengendalian diri. Perhiasannya bukanlah rambut yang dikepang-kepang, emas, mutiara, atau pakaian mahal,
10melainkan perbuatan-perbuatan baik sebagaimana pantasnya perempuan yang memiliki kesalehan.
11Seorang perempuan haruslah belajar dalam ketenangan dan dalam segala ketaatan.
12Akan tetapi, aku tidak mengizinkan perempuan mengajar atau memerintah laki-laki. Namun, perempuan harus tetap tenang
13karena Adam diciptakan pertama, baru kemudian Hawa,
14dan bukan Adam yang ditipu, melainkan perempuan yang ditipu dan jatuh dalam pelanggaran.
15Namun, perempuan akan diselamatkan melalui kelahiran anak jika mereka terus hidup dalam iman, kasih, dan kekudusan dengan pengendalian diri.
1 Timotius 3
Syarat-Syarat Penilik Jemaat
1Perkataan ini benar, “Jika seseorang menghendaki jabatan penilik jemaat, ia menginginkan pekerjaan yang baik.”
2Karena itu, penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela, suami dari satu istri, bijaksana, menguasai diri, dihormati, suka memberi tumpangan, dan terampil mengajar,
3bukan peminum, bukan orang yang kasar melainkan lemah lembut, tidak suka bertengkar, dan bukan orang yang cinta uang.
4Ia harus dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik dan menjaga anak-anaknya untuk taat dengan rasa hormat.
5Sebab, jika ia tidak tahu bagaimana mengurus rumah tangganya sendiri, bagaimana ia akan mengurus jemaat Allah?
6Janganlah ia seorang petobat baru supaya ia jangan menjadi sombong dan jatuh ke dalam hukuman iblis.
7Ditambah lagi, ia haruslah seorang yang memiliki reputasi yang baik di antara orang-orang luar sehingga ia tidak jatuh dalam kehinaan dan jebakan iblis.
Syarat-Syarat Majelis Jemaat
8Demikian juga diaken, ia haruslah seorang yang dihormati, tidak bercabang lidah, tidak kecanduan minuman anggur, dan tidak mencari keuntungan yang tidak jujur.
9Mereka harus bisa memegang rahasia kebenaran iman dengan hati nurani yang bersih.
10Mereka juga harus diuji terlebih dahulu dan jika terbukti tidak bercela, mereka dapat melayani sebagai diaken.
11Demikian juga istri-istri diaken, mereka haruslah orang yang dihormati, bukan pemfitnah, tetapi dapat menguasai diri dan dapat dipercaya dalam segala hal.
12Diaken harus suami dari satu istri, dapat mengatur anak-anaknya dan rumah tangganya dengan baik.
13Sebab, mereka yang telah melayani sebagai diaken dengan baik akan mendapatkan kehormatan bagi diri mereka sendiri dan keyakinan yang besar akan imannya dalam Yesus Kristus.
Rahasia Kesalehan Kita
14Aku berharap aku bisa segera datang kepadamu, tetapi aku menuliskan hal-hal ini kepadamu supaya
15seandainya aku terlambat, kamu sudah tahu bagaimana mereka harus hidup dalam rumah Allah, yaitu gereja dari Allah yang hidup, tiang penyokong, dan dasar dari kebenaran.
16Kita mengakui betapa besarnya rahasia kesalehan itu: “Ia, dinyatakan dalam daging, dibenarkan oleh Roh, dilihat oleh malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa, dipercaya dalam dunia, diangkat kepada kemuliaan.”
1 Timotius 4
Peringatan tentang Para Penyesat
1Roh mengatakan dengan jelas bahwa pada waktu-waktu terakhir, sebagian orang akan meninggalkan imannya dengan menyerahkan diri kepada roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.
2Mereka dipengaruhi melalui kemunafikan para pembohong yang hati nuraninya sudah dicap dengan besi panas.
3Mereka melarang orang menikah dan melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah, yang seharusnya diterima dengan ucapan syukur oleh mereka yang percaya dan mengenal kebenaran.
4Sebab, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu baik dan tidak ada yang haram kalau diterima dengan ucapan syukur,
5karena semua itu dikuduskan oleh firman Allah dan doa.
Pelayan Kristus Yesus yang Baik
6Dengan mengajarkan hal-hal ini kepada saudara-saudara seiman, kamu akan menjadi pelayan Yesus Kristus yang baik, sebagaimana kamu telah dididik dalam perkataan-perkataan iman dan ajaran sehat yang telah kamu ikuti.
7Jauhilah cerita-cerita takhayul dan dongeng-dongeng nenek tua, tetapi latihlah dirimu untuk hidup dalam kesalehan.
8Latihan jasmani terbatas gunanya, tetapi kesalehan berguna dalam segala hal karena mengandung janji untuk kehidupan sekarang dan juga kehidupan yang akan datang.
9Perkataan ini dapat dipercaya dan layak diterima sepenuhnya.
10Untuk itulah, kita bekerja keras dan berjuang. Sebab, kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, yang adalah Juru Selamat semua manusia, teristimewa mereka yang percaya.
11Perintahkan dan ajarkanlah hal-hal ini.
12Jangan ada orang yang merendahkan kamu karena kamu muda, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan kesucian.
13Sampai aku datang, bertekunlah dalam pembacaan bersama Kitab Suci, dalam memberi nasihat, dan dalam mengajar.
14Jangan menyia-siakan karunia rohani yang ada padamu, yang diberikan kepadamu melalui nubuatan ketika dewan penatua menumpangkan tangan atasmu.
15Lakukanlah hal-hal ini dengan rajin, berikanlah dirimu seutuhnya untuk melakukan hal-hal ini supaya semua orang dapat melihat kemajuanmu.
16Perhatikan dengan sungguh-sungguh bagaimana kamu hidup dan apa yang kamu ajarkan. Bertekunlah di dalamnya karena dengan berbuat demikian kamu akan menyelamatkan, baik dirimu sendiri maupun mereka yang mendengar ajaranmu.