Roma 1-4
Roma 1
1Paulus, hamba Yesus Kristus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikhususkan bagi Injil Allah;
2yaitu Injil yang telah Allah janjikan sebelumnya melalui nabi-nabi-Nya dalam Kitab Suci,
3tentang Anak-Nya, yang menurut daging lahir dari keturunan Daud,
4dan yang dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa menurut Roh Kekudusan melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita.
5Melalui Dia, kami telah menerima anugerah dan kerasulan untuk membawa ketaatan iman demi nama-Nya, di antara seluruh bangsa bukan Yahudi,
6termasuk kamu yang dipanggil untuk menjadi milik Kristus Yesus.
7Kepada semua yang ada di Roma, yang dikasihi Allah, dan yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus: Anugerah bagimu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus!
Paulus Ingin Mengunjungi Jemaat di Roma
8Pertama-tama, aku bersyukur kepada Allahku melalui Kristus Yesus atas kamu semua karena imanmu telah diberitakan ke seluruh dunia.
9Sebab, Allah, yang kulayani dengan rohku dalam Injil Anak-Nya, menjadi saksiku bahwa aku tidak henti-hentinya mengingat kamu;
10dalam doa-doaku, aku selalu memohon kiranya oleh kehendak Allah, akhirnya aku akan berhasil datang kepadamu.
11Sebab, aku sangat ingin bertemu denganmu supaya aku dapat memberimu karunia rohani untuk menguatkan kamu,
12yaitu supaya kita sama-sama diteguhkan oleh iman masing-masing, baik imanmu maupun imanku.
13Saudara-saudara, aku ingin kamu tahu bahwa aku telah sering berencana untuk datang kepadamu; tetapi masih terhalang hingga sekarang; supaya aku juga melihat buah di antara kamu sama seperti di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi lainnya.
14Aku orang yang berutang, baik kepada orang Yunani maupun kepada orang bukan Yunani, kepada orang berhikmat maupun orang tidak berhikmat.
15Karena itu, aku sangat ingin memberitakan Injil kepada kamu juga, yang ada di kota Roma.
16Sebab, Aku tidak malu akan Injil karena Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan setiap orang yang percaya; pertama-tama untuk orang Yahudi, dan juga untuk orang Yunani.
17Karena di dalamnya, kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh imannya.”
Kemarahan Allah terhadap Perbuatan Dosa Manusia
18Sebab, murka Allah dinyatakan dari surga terhadap semua kefasikan dan ketidakbenaran manusia yang menindas kebenaran dalam ketidakbenaran mereka.
19Sebab, apa yang dapat diketahui tentang Allah sudah jelas bagi mereka karena Allah telah menunjukkannya kepada mereka.
20Sejak penciptaan dunia, sifat-sifat Allah yang tidak dapat dilihat, yaitu kuasa-Nya yang kekal dan sifat keilahian-Nya, telah terlihat jelas untuk dipahami melalui hal-hal yang Dia ciptakan sehingga mereka tidak dapat berdalih.
21Sebab, sekalipun mereka mengetahui Allah, mereka tidak memuliakan-Nya sebagai Allah atau bersyukur kepada-Nya; sebaliknya, mereka menjadi tidak berguna dalam pemikiran mereka dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22Mereka menganggap diri bijaksana, tetapi mereka menjadi bodoh,
23dan menukar kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran-gambaran manusia yang fana, dan burung-burung, dan binatang berkaki empat, dan binatang-binatang melata.
24Karena itu, Allah menyerahkan mereka dalam keinginan hati mereka kepada kecemaran sehingga mereka saling mencemari tubuh mereka.
25Sebab, mereka menukar kebenaran tentang Allah dengan kebohongan, dan sujud serta melayani makhluk ciptaan, bukan Sang Pencipta yang terpuji selama-lamanya. Amin!
26Karena itu, Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang hina, sebab perempuan-perempuan mereka menukar hubungan yang wajar dengan hubungan yang tidak wajar.
27Begitu juga dengan laki-laki, mereka meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan perempuan, sebaliknya hawa nafsu mereka menyala-nyala terhadap sesamanya; laki-laki melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dengan laki-laki; dan menerima dalam diri mereka hukuman atas kesesatan mereka.
28Karena mereka tidak mau mengakui Allah, maka Allah menyerahkan kepada mereka pikiran-pikiran yang bobrok untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.
29Mereka dipenuhi dengan segala macam ketidakbenaran, kejahatan, keserakahan, dan kebencian; mereka penuh dengan iri hati, pembunuhan, pertengkaran, tipu muslihat, dan kedengkian; mereka adalah penggosip,
30pemfitnah, pembenci Allah, kasar, sombong, bermulut besar, penemu kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
31bodoh, tidak setia, tidak berperasaan, dan kejam.
32Sekalipun mereka mengetahui ketetapan Allah yang berkata bahwa orang yang melakukan hal-hal itu pantas mati, mereka bukan saja tetap melakukannya, tetapi juga mendukung orang-orang yang melakukan hal-hal itu.
Roma 2
Biarlah Allah yang Menjadi Hakim
1Karena itu, kamu tidak dapat berdalih lagi, hai manusia, siapa pun, kamu yang menghakimi dalam memberikan penghakiman kepada orang lain, kamu juga menghukum dirimu sendiri; sebab kamu, yang memberikan penghakiman, juga melakukan hal-hal yang sama.
2Kita tahu bahwa penghakiman Allah dijatuhkan dengan adil atas semua orang yang melakukan hal-hal semacam itu.
3Hai manusia, apakah kamu mengira kamu dapat lepas dari penghakiman Allah, yaitu kamu yang menghakimi mereka yang melakukan hal-hal seperti itu, tetapi kamu sendiri melakukan hal yang sama?
4Atau, apakah kamu menganggap remeh kekayaan kemurahan-Nya, kelapangan hati-Nya, dan kesabaran-Nya, dengan tidak mengetahui bahwa kebaikan Allah bertujuan untuk membawa kamu kepada pertobatan?
5Namun, karena sikap keras kepalamu dan hatimu yang tidak mau bertobat, kamu sedang mengumpulkan bara murka atas dirimu sendiri pada hari kemurkaan, ketika penghakiman Allah yang adil dinyatakan.
6Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya,
7Dia akan memberikan kehidupan kekal kepada mereka yang dengan tekun terus-menerus berbuat baik untuk mencari kemuliaan, kehormatan, dan kekekalan.
8Namun, bagi mereka yang mementingkan diri sendiri, dan tidak menaati kebenaran, dan menaati ketidakbenaran akan ada murka dan kemarahan.
9Akan ada penderitaan dan kesulitan atas setiap manusia yang melakukan kejahatan, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
10Akan tetapi, kemuliaan, kehormatan, dan damai sejahtera kepada setiap orang yang berbuat apa yang baik, pertama-tama kepada orang Yahudi, dan juga kepada orang Yunani.
11Sebab, Allah tidak pilih kasih.
12Untuk semua orang yang telah berdosa tanpa mengenal Hukum Taurat, mereka akan binasa tanpa Hukum Taurat. Namun, semua orang yang telah berdosa di bawah Hukum Taurat akan dihakimi berdasarkan Hukum Taurat.
13Sebab, bukan pendengar Hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, melainkan orang yang melakukan hukum Taurat yang akan dibenarkan.
14Karena ketika orang bukan Yahudi yang tidak mempunyai Hukum Taurat dengan keinginan sendiri menjalankan apa yang dituntut oleh Hukum Taurat, mereka adalah Hukum Taurat bagi diri mereka sendiri, walaupun mereka tidak memiliki Hukum Taurat.
15Mereka menunjukkan bahwa perbuatan Hukum Taurat tertulis di dalam hati mereka, sementara nurani mereka juga memberi kesaksian, dan pikiran mereka akan saling menuduh atau membela mereka,
16pada hari ketika Allah menghakimi pikiran-pikiran manusia yang tersembunyi melalui Yesus Kristus, menurut Injilku.
Orang Yahudi dan Hukum Taurat
17Akan tetapi, jika kamu menyebut diri seorang Yahudi dan bergantung pada Hukum Taurat, serta bermegah dalam Allah,
18dan mengenal kehendak-Nya, menyetujui apa yang baik, sebab kamu telah diajar dari Hukum Taurat,
19dan kamu yakin bahwa kamu sendiri adalah penuntun bagi mereka yang buta, terang bagi mereka yang ada dalam kegelapan,
20pengajar bagi orang-orang yang bodoh, guru bagi anak-anak karena memiliki kegenapan pengetahuan dan kebenaran dalam Hukum Taurat,
21maka, hai kamu, yang mengajar orang lain, apakah kamu tidak mengajar dirimu sendiri? Ketika kamu mengajar untuk tidak mencuri, apakah kamu sendiri mencuri?
22Kamu yang berkata bahwa orang tidak boleh berzina, apakah kamu sendiri berzina? Kamu yang jijik terhadap berhala-berhala, apakah kamu sendiri merampok rumah berhala?
23Kamu yang bermegah dalam Hukum Taurat malah tidak menghormati Allah dengan melanggar hukum Taurat!
24Karena seperti ada tertulis: “Nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain karena kamu.”
25Sunat memang ada gunanya jika kamu mematuhi Hukum Taurat, tetapi jika kamu pelanggar Hukum Taurat, sunatmu menjadi tidak bersunat.
26Jadi, jika orang yang tidak bersunat melakukan perintah-perintah Hukum Taurat, bukankah tidak sunatnya itu diperhitungkan sebagai sunat?
27Lalu, bukankah orang yang tidak sunat secara lahiriah, tetapi melakukan Hukum Taurat akan menghakimi kamu, yang memiliki Hukum yang tertulis dan sunat, tetapi pelanggar Hukum Taurat?
28Sebab, dia tidak disebut Yahudi hanya karena tampaknya dari luar, juga bukan sunat yang luarnya dan fisiknya.
29Seorang Yahudi adalah yang secara batin Yahudi; dan sunat adalah masalah hati, oleh Roh, bukan oleh hukum tertulis. Pujian bukanlah dari manusia, tetapi dari Allah.
Roma 3
1Jika demikian, apakah keuntungan menjadi orang Yahudi? Atau, apakah keuntungan dari sunat?
2Banyak sekali dalam segala hal; terutama, karena kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3Bagaimana jika ada sebagian yang tidak setia, apakah ketidaksetiaan mereka membatalkan kesetiaan Allah?
4Sama sekali tidak! Allah adalah benar sekalipun setiap orang adalah pembohong. Seperti yang ada tertulis: “Engkau memang terbukti benar saat Engkau berfirman, dan bersih saat Engkau menghukum.”
5Akan tetapi, jika ketidakbenaran kita justru menunjukkan kebenaran Allah, apa yang harus kita katakan? Apakah Allah tidak adil untuk menimpakan murka atas kita? Aku berkata demikian sebagai seorang manusia.
6Sama sekali tidak! Jika seperti itu, bagaimana Allah dapat menghakimi dunia?
7Akan tetapi, jika melalui kebohonganku, kebenaran Allah menjadi berlimpah kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi sebagai seorang pendosa?
8Sebagaimana beberapa orang dengan kejam menuduh kami. Mengapa tidak berkata, “Mari, kita lakukan kejahatan supaya yang baik muncul.” Penghukuman atas mereka sudah sepantasnya!
Semua Orang Dikuasai Dosa
9Lalu, bagaimana? Apakah kita, orang Yahudi, lebih baik? Sama sekali tidak! Sebab, kami sudah mengatakan sebelumnya bahwa baik orang-orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, semuanya ada di bawah dosa.
10Seperti ada tertulis, “Tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
11Tidak ada seorang pun yang memahami. Tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
12Mereka semua telah menyimpang, mereka bersama-sama telah menjadi keji. Tidak ada seorang pun yang berbuat baik. Seorang pun tidak!”
13“Kerongkongan mereka adalah kuburan yang menganga, mereka menggunakan lidah mereka untuk menipu, racun ular berbisa ada pada bibir mereka.”
14“Mulut mereka dipenuhi dengan kutukan dan kepahitan.”
15“Kaki mereka bergegas menumpahkan darah.
16Ada keruntuhan dan kehancuran di jalan mereka.
17Hidup dalam damai tidak mereka kenal.”
18“Tidak ada rasa takut akan Allah di hadapan mata mereka.”
19Sekarang kita tahu bahwa apa pun yang dikatakan oleh Hukum Taurat, diperuntukkan bagi mereka yang berada di bawah Hukum Taurat supaya setiap mulut terkatup, dan seluruh dunia bertanggung jawab pada Allah.
20Sebab, tidak ada manusia yang dapat dibenarkan di hadapan Allah dengan melakukan Hukum Taurat karena justru melalui Hukum Taurat itu, pengenalan tentang dosa datang.
Allah Membenarkan Manusia Melalui Iman kepada Yesus Kristus
21Akan tetapi sekarang, kebenaran Allah telah dinyatakan, tanpa Hukum Taurat, yang sudah disaksikan melalui Kitab Taurat dan para nabi,
22yaitu, kebenaran Allah melalui iman kepada Kristus Yesus bagi semua yang percaya. Sebab, tidak ada perbedaan;
23sebab semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah,
24dan dibenarkan dengan cuma-cuma oleh kasih karunia-Nya melalui penebusan yang ada dalam Yesus Kristus;
25yang ditetapkan Allah sebagai jalan pendamaian oleh darah-Nya melalui iman. Hal ini untuk menunjukkan kebenaran-Nya, karena dalam kesabaran-Nya, Allah telah membiarkan dosa-dosa masa dahulu terjadi.
26Hal itu untuk menunjukkan kebenaran-Nya pada masa kini supaya Ia terbukti benar dan pembenar dari orang yang beriman kepada Yesus.
27Jadi, apa yang menjadi kemegahan diri kita? Sudah disingkirkan! Oleh hukum apa? Oleh hukum perbuatan kita? Bukan, melainkan oleh hukum iman.
28Karena itu, kita berpendapat, bahwa manusia dibenarkan melalui iman, terlepas dari perbuatan-perbuatan berdasarkan Hukum Taurat.
29Atau, apakah Allah adalah Allah bagi bangsa Yahudi saja? Bukankah Dia juga Allah bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi? Ya! Bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi juga,
30sebab Allah adalah satu yang akan membenarkan orang-orang yang bersunat karena iman, dan yang tidak bersunat melalui iman.
31Jadi, apakah kami membuang Hukum Taurat dengan iman ini? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami justru menjunjung tinggi Hukum Taurat.
Roma 4
Teladan Abraham
1Jadi, apa yang akan kita katakan tentang yang didapatkan oleh Abraham, bapa leluhur kita menurut daging?
2Karena jika Abraham dibenarkan oleh perbuatannya, dia mempunyai alasan untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
3Apa yang dikatakan oleh Kitab Suci? “Abraham percaya kepada Allah dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”
4Kepada orang yang bekerja, upahnya tidak dihitung sebagai hadiah, melainkan sebagai haknya.
5Kepada orang yang tidak bekerja, tetapi yang percaya kepada Dia yang membenarkan orang tidak benar, imannya diperhitungkan sebagai kebenaran,
6sebagaimana Daud juga berkata tentang berkat dari orang yang kepadanya Allah memperhitungkan sebagai kebenaran bukan karena perbuatannya:
7“Diberkatilah mereka yang pelanggaran-pelanggarannya diampuni, dan yang dosa-dosanya ditutupi.
8Diberkatilah orang yang dosanya tidak diperhitungkan oleh Tuhan!”
9Apakah berkat ini hanya untuk orang yang bersunat? Ataukah juga untuk orang yang tidak bersunat? Kita berkata, “Iman diperhitungkan kepada Abraham sebagai kebenaran.”
10Lalu, bagaimana itu diperhitungkan kepadanya? Apakah itu sebelum atau sesudah dia disunat? Bukan setelah, tetapi sebelum dia disunat.
11Abraham menerima tanda sunat sebagai meterai kebenaran yang ia miliki oleh iman, ketika ia masih belum disunat supaya ia dapat menjadi bapa semua orang yang percaya, walaupun mereka belum disunat, supaya kebenaran itu juga diperhitungkan bagi mereka;
12sekaligus membuatnya menjadi bapa bagi orang-orang bersunat yang tidak sekadar disunat, tetapi juga berjalan dalam jalan iman yang pernah dilalui oleh bapa kita, Abraham, sebelum ia disunat.
Abraham Menerima Janji Allah Melalui Imannya
13Janji kepada Abraham dan kepada keturunannya bahwa dia akan menjadi pewaris dunia, tidak akan dipenuhi melalui Hukum Taurat, melainkan melalui kebenaran iman.
14Sebab, jika penganut Hukum Taurat yang akan menjadi ahli waris, menjadi sia-sialah iman dan janji tidak lagi berlaku;
15sebab Hukum Taurat mendatangkan murka, tetapi apabila tidak ada Hukum Taurat, pelanggaran juga tidak ada.
16Itu sebabnya, mengapa janji itu datang dari iman, supaya janji itu berdasar atas kasih karunia dan dijaminkan bagi seluruh keturunan Abraham; bukan hanya kepada penganut Hukum Taurat, tetapi juga kepada mereka yang berbagi dengan iman Abraham, yang adalah bapa kita semua;
17seperti yang tertulis, “Aku telah menjadikanmu bapa bagi banyak bangsa”; di hadapan Allah, yang ia percayai, yaitu yang memberi hidup kepada yang mati dan yang memanggil sesuatu yang belum ada menjadi ada.
18Tanpa pengharapan, dia percaya pada pengharapan, sehingga dia boleh menjadi bapa dari banyak bangsa sesuai dengan yang telah dikatakan kepadanya, “Akan menjadi demikianlah keturunanmu.”
19Dia tidak menjadi lemah dalam iman, ketika ia mempertimbangkan tubuhnya sendiri yang sudah hampir mati karena umurnya kira-kira 100 tahun atau kemandulan rahim Sara;
20kebimbangan tidak membuatnya mengabaikan janji Allah. Sebaliknya, ia bertambah kuat dalam iman sehingga ia memberikan kemuliaan bagi Allah,
21dengan yakin bahwa Allah mampu melakukan apa yang telah Ia janjikan.
22Itu sebabnya, imannya “diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”
23Namun, kata-kata itu diperhitungkan kepadanya tidak ditulis untuk kepentingan Abraham saja,
24tetapi juga bagi kita. Hal itu akan diperhitungkan kepada kita yang percaya kepada Dia, yang membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,
25yang diserahkan karena pelanggaran-pelanggaran kita, dan yang dibangkitkan demi pembenaran kita.