Lukas 20-22
Lukas 20
Pertanyaan tentang Kuasa Yesus
1Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat bersama dengan tua-tua datang kepada-Nya.
2Mereka berkata kepada-Nya, “Katakanlah kepada kami dengan kuasa apakah Engkau melakukan hal-hal ini? Atau, siapakah yang memberi-Mu kuasa ini?”
3Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan menanyakan sebuah pertanyaan kepadamu. Jawablah Aku,
4dari manakah asal baptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?”
5Mereka merundingkan hal itu di antara mereka dengan berkata, “Jika kita menjawab, ‘Dari surga,’ Dia akan berkata, ‘Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepada Yohanes?’
6Akan tetapi, jika kita berkata, ‘Dari manusia,’ semua orang akan merajam kita sampai mati karena mereka yakin bahwa Yohanes adalah seorang nabi.”
7Jadi, mereka pun menjawab bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu berasal.
8Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, Aku juga tidak akan memberitahumu dengan kuasa apakah Aku melakukan hal-hal ini.”
Perumpamaan tentang Para Penyewa Kebun Anggur
9Lalu, Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang banyak, “Ada seseorang yang menanami sebuah kebun anggur lalu menyewakannya kepada beberapa petani, dan pergi ke negeri yang jauh untuk waktu yang lama.
10Ketika musim panen tiba, ia menyuruh seorang pelayannya pergi kepada petani-petani itu supaya mereka memberikan kepadanya sebagian dari hasil kebun anggur itu. Akan tetapi, para petani itu memukuli pelayan tersebut dan mengusirnya pergi dengan tangan hampa.
11Dan, dia pun mengirim pelayan yang lain, tetapi petani-petani itu juga memukul pelayan tersebut dan memperlakukannya dengan hina, lalu mengusirnya pergi dengan tangan hampa.
12Lalu, pemilik kebun anggur itu mengutus pelayan yang ketiga, tetapi petani-petani itu juga melukai pelayan yang satu ini dan mengusirnya keluar.
13Pemilik kebun itu pun berkata, ‘Apa yang harus aku lakukan? Aku akan mengirim anakku yang kukasihi, mungkin mereka akan menghormatinya.’
14Ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun, mereka berunding satu sama lain, ‘Ia adalah ahli waris pemilik kebun anggur ini, ayo kita bunuh dia supaya warisannya menjadi milik kita!’
15Kemudian, mereka pun melemparkan anak itu ke luar dari kebun anggur dan membunuhnya. Lalu, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu kepada mereka?
16Ia akan datang dan membinasakan petani-petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada orang lain.” Ketika orang banyak mendengar perumpamaan ini, mereka berkata, “Janganlah hal ini sampai terjadi!”
17Akan tetapi, Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, apakah arti ayat ini: ‘Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi Batu penjuru’?
18Setiap orang yang jatuh ke atas batu itu akan hancur berkeping-keping dan siapa pun yang ditimpa batu itu akan remuk!”
19Ketika ahli-ahli Taurat dan para imam kepala menyadari bahwa perumpamaan itu berbicara tentang mereka, mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Akan tetapi, mereka takut kepada orang banyak.
Pertanyaan tentang Membayar Pajak
20Kemudian, para ahli Taurat mengawasi Yesus dan mengirim beberapa orang mata-mata yang pura-pura tulus sehingga mereka dapat menjebak Yesus dengan pertanyaan supaya mereka bisa menangkap-Nya menggunakan perkataan-Nya sendiri dan menyerahkan Dia ke dalam kuasa dan wewenang gubernur.
21Orang-orang suruhan itu pun bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu bahwa Engkau mengatakan dan mengajarkan yang benar. Engkau juga tidak membeda-bedakan orang, tetapi mengajarkan jalan Allah dalam kebenaran.
22Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
23Akan tetapi, Yesus mengetahui kelicikan mereka dan berkata kepada mereka,
24“Coba tunjukkan kepada-Ku sekeping dinar. Gambar dan tulisan siapakah yang terdapat pada uang itu?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.”
25Lalu, Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar, dan berikanlah milik Allah kepada Allah.”
26Dengan demikian, orang-orang itu tidak bisa menjebak Yesus dengan perkataan-Nya sendiri di depan orang banyak; mereka heran atas jawaban-Nya dan terdiam.
Pertanyaan Orang Saduki
27Kemudian, beberapa orang Saduki datang kepada Yesus. Mereka adalah golongan orang yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Lalu, mereka bertanya kepada-Nya,
28“Guru, Musa menuliskan bagi kita, jika saudara seorang laki-laki meninggal, sedangkan ia mempunyai istri dan tidak memiliki anak, dia harus menikahi janda saudaranya itu dan membangkitkan keturunan baginya.
29Lalu, ada tujuh orang bersaudara. Saudara yang pertama menikah, tetapi meninggal tanpa anak.
30Kemudian, saudara yang kedua menikahi perempuan itu dan meninggal juga tanpa mempunyai anak.
31Lalu, saudara yang ketiga menikahi perempuan itu dan hal ini terjadi sampai saudara yang ketujuh, tetapi mereka semua meninggal tanpa mempunyai anak.
32Pada akhirnya, perempuan itu juga meninggal.
33Jadi, pada hari penghakiman, siapakah yang akan menjadi suami dari perempuan itu karena ketujuh bersaudara itu telah menikahinya?”
34Jawab Yesus kepada mereka, “Orang-orang pada zaman ini menikah dan dinikahkan,
35tetapi orang-orang yang dianggap pantas untuk mendapat bagian dalam dunia yang akan datang, dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak akan menikah dan dinikahkan.
36Mereka tidak bisa mati lagi karena mereka sama dengan para malaikat. Mereka adalah anak-anak Allah karena mereka sudah dibangkitkan dari kematian.
37Musa bahkan telah menunjukkan tentang kebangkitan orang-orang mati dalam bagian yang mencatat tentang semak duri yang terbakar, saat ia menyebut Tuhan sebagai ‘Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.’
38Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang yang hidup, sebab semua orang hidup di hadapan-Nya.
39Setelah itu, beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawaban-Mu tepat.”
40Dan, tidak ada lagi orang yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.
Kristus Adalah Tuhan
41Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Bagaimana bisa orang-orang mengatakan bahwa Kristus adalah Anak Daud?
42Sementara itu, dalam kitab Mazmur, Daud sendiri berkata, ‘Tuhan Allah berkata kepada Tuanku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku,
43sampai Aku menempatkan musuh-musuh-Mu di bawah kaki-Mu.”’
44Jika Daud menyebut Kristus sebagai ‘Tuan,’ bagaimana mungkin Kristus adalah anak Daud?”
Peringatan untuk Berhati-Hati terhadap Ahli Taurat
45Ketika orang banyak mendengarkan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
46“Berhati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang, senang dihormati orang di pasar, yang suka duduk di tempat tertinggi di sinagoge-sinagoge, dan di tempat terhormat di pesta-pesta.
47Mereka merampas rumah-rumah para janda dan berdoa panjang-panjang supaya dilihat orang. Orang-orang seperti ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”
Lukas 21
Persembahan Seorang Janda
1Ketika Yesus memandang ke atas, Ia melihat beberapa orang kaya memasukkan persembahan mereka ke kotak persembahan.
2Dia juga melihat seorang janda miskin memasukkan 2 keping uang tembaga.
3Yesus berkata, “Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu bahwa janda miskin ini memberikan lebih banyak daripada semua orang kaya itu.
4Sebab, mereka memberi persembahan dari kelebihan mereka, tetapi janda ini memberi persembahannya dari kekurangannya, yaitu semua yang dimilikinya untuk melanjutkan hidup.”
Tanda-Tanda Akhir Zaman
5Ketika beberapa murid sedang membicarakan tentang Bait Allah yang dihiasi dengan batu-batu indah dan persembahan-persembahan, Yesus berkata,
6“Akan tiba waktunya, semua yang kamu lihat ini akan dihancurkan. Tidak ada satu pun batu yang berdiri di atas batu yang lain yang tidak akan dirobohkan.”
7Lalu, para murid bertanya kepada-Nya, “Guru, kapan hal itu akan terjadi? Dan, apa tanda-tanda bahwa semua itu akan terjadi?”
8Jawab Yesus, “Berhati-hatilah supaya kamu tidak disesatkan. Sebab, banyak orang akan datang memakai nama-Ku dan berkata, ‘Akulah Dia,’ dan ‘Waktunya sudah dekat.’ Janganlah kamu mengikuti mereka.
9Namun, ketika kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, jangan kamu takut karena hal-hal itu memang harus terjadi terlebih dahulu, tetapi kesudahannya tidak akan segera datang.”
10Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan akan bangkit melawan kerajaan.
11Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, bencana kelaparan, dan bermacam-macam penyakit di berbagai tempat. Akan muncul juga peristiwa-peristiwa yang mengerikan dan tanda-tanda besar dari langit.
12Namun, sebelum semuanya ini terjadi, orang-orang akan menangkap dan menganiaya kamu. Mereka akan menyerahkanmu ke sinagoge-sinagoge mereka dan memasukkanmu ke dalam penjara. Mereka juga akan membawamu menghadap para raja dan gubernur karena nama-Ku.
13Hal ini akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14Oleh karena itu, tetapkanlah hatimu untuk tidak memikirkan apa yang akan kamu katakan untuk membela diri,
15sebab Aku akan memberikan perkataan dan kebijaksanaan kepadamu yang tidak dapat dilawan dan ditentang oleh musuh-musuhmu.
16Kamu akan dikhianati oleh orang tuamu, saudara laki-lakimu, keluargamu, dan teman-temanmu, dan mereka akan membunuh beberapa orang di antara kamu.
17Kamu akan dibenci oleh semua orang karena nama-Ku.
18Akan tetapi, tidak sehelai rambut pun dari kepalamu yang akan jatuh.
19Dengan ketabahanmu, kamu akan memperoleh hidupmu.”
Pemberitahuan tentang Kehancuran Yerusalem
20“Akan tetapi, ketika kamu melihat Kota Yerusalem dikepung oleh pasukan-pasukan tentara, kamu akan tahu bahwa kehancurannya sudah dekat.
21Pada waktu itu, orang-orang yang ada di wilayah Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang berada di dalam kota harus pergi keluar kota, dan orang-orang yang berada di desa-desa tidak boleh masuk ke Kota Yerusalem.
22Itulah hari-hari penghukuman supaya semua hal yang sudah tertulis digenapi.
23Celakalah perempuan-perempuan yang sedang hamil dan menyusui pada saat itu sebab akan terjadi penderitaan yang luar biasa di negeri ini, dan murka yang besar atas bangsa ini.
24Mereka akan dibunuh dengan pedang dan ditawan oleh bangsa-bangsa. Kota Yerusalem akan dikuasai bangsa-bangsa asing sampai masa kejayaan bangsa-bangsa itu berakhir.”
Kedatangan Anak Manusia dalam Kemuliaan
25“Akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang-bintang. Di bumi, bangsa-bangsa akan ketakutan dalam kebingungan oleh gemuruh lautan dan deru ombak.
26Orang-orang akan pingsan karena ketakutan dan penantian akan hal-hal yang akan terjadi atas bumi ini sebab semua kuasa yang ada di langit akan diguncangkan.
27Kemudian, mereka akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.
28Apabila hal-hal ini mulai terjadi, berdirilah dan angkatlah kepalamu karena waktu pembebasanmu sudah dekat.”
Perumpamaan Pohon Ara
29Kemudian, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan kepada mereka, “Lihatlah pohon ara dan semua pohon yang lain.
30Apabila pohon-pohon itu menumbuhkan daun-daunnya, kamu akan mengerti dan mengetahui bahwa musim panas sudah dekat.
31Begitu pula apabila kamu melihat semua itu terjadi, kamu akan tahu bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
32Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, generasi ini tidak akan mati sampai semua hal ini terjadi.
33Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Siap Sedialah Setiap Saat
34“Berhati-hatilah agar hatimu tidak dipenuhi dengan keinginan untuk berpesta, bermabuk-mabukan, dan mengkhawatirkan hidup. Dan, hari itu akan datang atasmu seperti perangkap.
35Sebab, hari itu akan datang ke atas segala sesuatu yang tinggal di seluruh muka bumi ini.
36Berjaga-jagalah setiap waktu dan selalu berdoa supaya kamu mendapat kekuatan untuk melepaskan diri dari semua hal yang akan terjadi itu dan untuk berdiri di hadapan Anak Manusia.”
37Pada siang hari, Yesus mengajar orang banyak di pelataran Bait Allah, tetapi pada malam hari, Dia meninggalkan kota dan bermalam di Bukit Zaitun.
38Dan, pagi-pagi, semua orang datang kepada-Nya di dalam Bait Suci untuk mendengarkan-Nya.
Lukas 22
Rencana untuk Membunuh Yesus
1Hari raya Roti Tidak Beragi yang disebut hari Paskah sudah dekat.
2Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari cara untuk membunuh Yesus, karena mereka takut terhadap orang banyak.
Pengkhianatan Yudas
3Kemudian, Setan masuk ke dalam Yudas, yang disebut Iskariot, salah satu dari dua belas murid.
4Yudas pun pergi untuk berunding dengan imam-imam kepala dan pengawal Bait Allah tentang bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
5Mereka sangat senang dan sepakat untuk memberinya uang.
6Yudas setuju dan mulai mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus kepada mereka saat tidak ada orang banyak.
Hidangan Paskah
7Kemudian, hari raya Roti Tidak Beragi tiba dan itulah saat untuk mempersembahkan anak domba Paskah.
8Pada waktu itu, Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya, “Pergi dan persiapkanlah makanan Paskah untuk kita makan.”
9Kata mereka kepada Yesus, “Di manakah Engkau ingin kami mempersiapkannya?”
10Jawab Yesus kepada mereka, “Ketika kamu sudah masuk ke kota, kamu akan bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa kendi; ikutilah ia ke rumah yang akan dimasukinya,
11dan katakanlah kepada pemilik rumah itu, ‘Guru bertanya kepadamu: Di manakah ruang tamu tempat Aku dapat makan Paskah bersama murid-murid-Ku?’
12Ia akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan besar di lantai atas, yang perabotannya sudah siap. Persiapkanlah makanan untuk kita di sana.”
13Lalu, Petrus bersama Yohanes pergi dan mendapati semuanya terjadi seperti yang dikatakan Yesus, dan mereka pun mempersiapkan makanan Paskah.
Perjamuan Paskah
14Ketika sudah tiba waktunya, Yesus dan para rasul duduk makan di sekeliling meja.
15Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Aku ingin sekali makan hidangan Paskah ini bersama kamu sebelum Aku menderita.
16Sebab, Aku berkata kepadamu, Aku tidak akan memakannya lagi sampai hal ini digenapi dalam Kerajaan Allah.”
17Lalu, Yesus mengambil cawan berisi anggur dan mengucap syukur, kemudian berkata, “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
18Sebab, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang Aku tidak akan minum anggur sampai Kerajaan Allah datang.”
19Kemudian, Yesus mengambil roti dan mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka sambil berkata, “Roti ini adalah tubuh-Ku yang diberikan kepadamu; lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku.”
20Demikian juga, setelah makan, Yesus mengambil cawan anggur dan berkata, “Cawan yang dituangkan bagimu ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku.
Pemberitahuan tentang Orang yang Menyerahkan Yesus
21Akan tetapi, lihatlah, tangan orang yang akan menyerahkan Aku ada bersama dengan Aku di meja ini.
22Sebab, Anak Manusia akan pergi dengan cara seperti yang sudah ditetapkan, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Dia!”
23Murid-murid-Nya bertanya satu sama lain tentang siapa di antara mereka yang akan melakukannya.
Jadilah Orang yang Melayani
24Pertengkaran juga terjadi di antara para rasul tentang siapakah di antara mereka yang dianggap paling besar.
25Namun, Yesus berkata kepada mereka, “Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Tuhan berkuasa atas rakyatnya, dan orang-orang yang berkuasa atas raja-raja itu disebut ‘Pelindung Rakyat’.
26Janganlah kamu seperti itu. Sebaliknya, yang paling besar di antara kamu harus bertindak seperti yang paling muda, dan pemimpin harus menjadi seperti pelayan.
27Siapa yang lebih besar, orang yang duduk makan atau yang melayani? Bukankah orang yang duduk makan? Namun, Aku ada di tengah-tengahmu sebagai orang yang melayani.
28Kamu adalah orang-orang yang tetap bersama-Ku dalam pencobaan-pencobaan-Ku.
29Karena itu, Aku memberikan kepadamu sebuah kerajaan, seperti yang diberikan Bapa-Ku kepada-Ku,
30supaya kamu dapat makan dan minum semeja dengan-Ku dalam Kerajaan-Ku. Dan, kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi dua belas suku Israel.”
Petrus akan Menyangkali Yesus
31“Simon, Simon, dengarkan Aku. Setan menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32tetapi Aku sudah berdoa untukmu supaya imanmu jangan gugur. Dan, setelah kamu bertobat, kuatkanlah saudara-saudaramu.”
33Namun, Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan, aku siap dipenjara bahkan mati bersama-Mu!”
34Jawab Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam jantan tidak akan berkokok sebelum tiga kali kamu menyangkal bahwa kamu mengenal Aku.”
Bersiap-Siaplah Menghadapi Kesulitan
35Kemudian, Yesus bertanya kepada para murid, “Ketika Aku mengutus kamu tanpa kantong uang, tas, atau sandal, apakah kamu kekurangan sesuatu?” Jawab mereka, “Tidak.”
36Kata-Nya kepada mereka, “Namun, sekarang, siapa pun yang mempunyai kantong uang atau tas, bawalah. Dan, siapa yang tidak mempunyai pedang, biarlah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
37Sebab, Aku berkata kepadamu, apa yang tertulis dalam Kitab Suci ini harus digenapi dalam Aku, ‘Ia akan terhitung bersama orang-orang berdosa.’ Sebab, yang tertulis tentang Aku sedang terjadi sekarang.”
38Lalu, mereka berkata, “Lihatlah Tuhan, di sini ada dua pedang.” Dan, Yesus berkata kepada mereka, “Itu cukup.”
Yesus Berdoa di Taman Getsemani
39Kemudian, Yesus keluar dan pergi ke Bukit Zaitun seperti yang biasa dilakukan-Nya; dan murid-murid-Nya juga pergi mengikuti Dia.
40Ketika Yesus sampai di tempat itu, Dia berkata kepada mereka, “Berdoalah supaya kamu jangan masuk dalam pencobaan.”
41Kemudian, Yesus menjauhkan diri dari mereka kira-kira sejauh sepelempar batu, lalu berlutut dan berdoa,
42“Bapa, jika Engkau mau, ambillah cawan ini dari-Ku. Akan tetapi, janganlah keinginan-Ku yang terjadi, melainkan keinginan-Mu.”
43Setelah itu, seorang malaikat dari surga menampakkan diri kepada-Nya dan menguatkan-Nya.
44Dan, dalam penderitaan-Nya, Dia berdoa lebih sungguh-sungguh lagi; keringat-Nya menjadi seperti tetesan darah yang menetes ke tanah.
45Ketika Yesus selesai berdoa, Dia pergi kepada murid-murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur karena bersedih.
46Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidur? Bangun dan berdoalah supaya kamu jangan masuk dalam pencobaan.”
Penangkapan Yesus
47Ketika Yesus masih berbicara, serombongan orang datang; dan dia, yang disebut Yudas, salah satu dari dua belas murid itu, memimpin mereka. Lalu, Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.
48Akan tetapi, Yesus berkata kepadanya, “Yudas, apakah kamu menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?”
49Ketika murid-murid yang berdiri di sekeliling-Nya melihat apa yang akan terjadi, mereka berkata, “Tuhan, haruskah kami menyerang dengan pedang?”
50Kemudian, salah satu dari para murid itu menyerang pelayan Imam Agung hingga menebas telinga kanannya.
51Akan tetapi Yesus berkata, “Sudah, cukup!” Lalu, Yesus menjamah telinga pelayan itu dan menyembuhkannya.
52Kemudian, Yesus berkata kepada imam-imam kepala, kepala pengawal Bait Allah, dan tua-tua yang datang untuk menangkap-Nya, “Mengapa kamu semua datang dengan pedang dan pentungan seakan-akan hendak menangkap perampok?
53Ketika Aku bersamamu di Bait Allah setiap hari, kamu tidak menangkap Aku. Namun, inilah saatnya bagimu dan bagi kuasa kegelapan.”
Petrus Menyangkali Yesus
54Setelah menangkap-Nya, orang-orang itu pun menggiring dan membawa Yesus ke rumah Imam Besar. Akan tetapi, Petrus mengikuti mereka dari jauh.
55Setelah orang-orang itu menyalakan api di tengah-tengah halaman dan duduk bersama-sama, Petrus juga duduk di antara mereka.
56Namun, seorang pelayan perempuan yang melihat Petrus duduk di dekat perapian itu mengamati wajah Petrus, lalu berkata, “Orang ini juga bersama dengan-Nya.”
57Namun, Petrus menyangkal, katanya, “Hai perempuan, aku tidak mengenal Dia.”
58Tidak lama kemudian, seorang yang lain melihatnya dan berkata, “Kamu juga termasuk salah satu dari mereka!” Namun Petrus berkata, “Tidak, aku bukan salah satu dari mereka!”
59Kira-kira satu jam kemudian, seorang yang lain lagi berkata dengan yakin, “Pasti orang ini juga bersama dengan-Nya, sebab ia juga orang Galilea.”
60Akan tetapi, Petrus berkata, “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!” Saat itu juga, selagi Petrus masih berbicara, ayam jantan pun berkokok.
61Lalu, Yesus berpaling dan memandang Petrus. Petrus pun teringat akan perkataan Yesus, bahwa Dia berkata kepadanya, “Sebelum ayam jantan berkokok hari ini, kamu sudah menyangkali Aku sebanyak tiga kali.”
62Kemudian, Petrus keluar dan menangis dengan amat sedih.
Penjaga Menganiaya Yesus
63Orang-orang yang menahan Yesus mulai mengejek dan memukuli-Nya.
64Mereka menutup mata-Nya dan berkata, “Bernubuatlah! Siapa yang memukul Engkau?”
65Mereka juga mengatakan banyak hal lain yang menentang-Nya dengan menghina-Nya.
Yesus di Hadapan Pemimpin Yahudi
66Keesokan harinya, tua-tua pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, serta ahli-ahli Taurat berkumpul dan membawa Yesus ke Mahkamah Agama mereka.
67Mereka berkata, “Jika Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Namun, Yesus berkata kepada mereka, “Jika Aku memberitahumu, kamu tidak akan percaya kepada-Ku.
68Dan, jika Aku bertanya kepadamu, kamu tidak akan menjawab.
69Akan tetapi, mulai sekarang, Anak Manusia akan duduk di sebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa.”
70Mereka semua berkata, “Kalau begitu, apakah Engkau Anak Allah?” Yesus menjawab mereka, “Kamulah yang mengatakan bahwa Akulah Dia.”
71Kemudian, mereka berkata, “Kesaksian apa lagi yang kita butuhkan? Kita sudah mendengarnya sendiri dari mulut-Nya!”