Lukas 1-3
Lukas 1
Penjelasan Pendahuluan
1Sudah ada banyak orang berusaha menyusun sebuah catatan tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di tengah-tengah kita,
2seperti halnya catatan yang telah disampaikan kepada kita oleh orang-orang yang sejak semula telah menjadi saksi mata dan pemberita Firman.
3Karena aku telah mempelajari semuanya dengan teliti dari awal, baiklah aku juga menuliskannya secara berurutan bagimu, hai Teofilus yang mulia,
4supaya engkau dapat mengetahui kebenaran tentang hal-hal yang telah diajarkan kepadamu.
Pemberitahuan tentang Yohanes Pembaptis
5Pada masa pemerintahan Herodes, Raja Yudea, ada seorang imam bernama Zakharia yang berasal dari kelompok imam Abia. Istrinya berasal dari keturunan Harun, dan namanya adalah Elisabet.
6Zakharia dan Elisabet adalah orang-orang yang benar di hadapan Allah. Mereka hidup tak bercela sesuai dengan semua hukum dan perintah Tuhan.
7Akan tetapi, mereka tidak mempunyai anak karena Elisabet mandul dan keduanya sudah sangat tua.
8Ketika tiba giliran rombongannya untuk bertugas, Zakharia mendapat tugas untuk menjadi imam di hadapan Allah.
9Menurut kebiasaan keimaman, Zakharia terpilih berdasarkan undian untuk masuk ke Bait Allah dan membakar ukupan.
10Pada saat ukupan dipersembahkan, seluruh umat berdoa di luar.
11Tiba-tiba, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakharia dan berdiri di sebelah kanan mazbah ukupan.
12Ketika melihat malaikat itu, Zakharia menjadi gemetar dan sangat ketakutan.
13Akan tetapi, malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, Zakharia, sebab doa permohonanmu sudah didengar. Istrimu, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan kamu akan menamainya Yohanes.
14Kamu akan bersukacita dan bergembira, dan banyak orang juga akan ikut bersukacita atas kelahirannya.
15Ia akan menjadi besar di hadapan Tuhan dan tidak akan minum anggur atau minum minuman keras lainnya. Bahkan, sejak dari dalam kandungan ibunya, ia akan dipenuhi oleh Roh Kudus.
16Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka.
17Ia akan berjalan mendahului Tuhan dengan roh dan kuasa Elia, ‘untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anak mereka’. Ia juga akan membuat orang-orang yang tidak taat berbalik kepada hikmat orang-orang benar. Dengan demikian, ia mempersiapkan umat yang telah disediakan bagi Tuhan.”
18Zakharia berkata kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku akan mengetahui tentang hal ini? Sebab, aku ini sudah tua dan istriku juga sudah lanjut usia.”
19Malaikat itu menjawab, “Aku adalah Gabriel, malaikat yang berdiri di hadapan Allah. Aku diutus untuk berbicara denganmu dan menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20Namun, sekarang dengarlah! Kamu akan menjadi bisu dan tidak dapat berbicara sampai pada hari ketika hal-hal ini terjadi karena kamu tidak percaya pada perkataanku, yang akan digenapi pada waktunya.”
21Sementara itu, umat menunggu Zakharia. Mereka bertanya-tanya mengapa Zakharia berada terlalu lama di dalam Bait Allah.
22Ketika keluar, Zakharia tidak dapat berbicara kepada mereka. Mereka pun tahu bahwa Zakharia telah mendapat penglihatan di dalam Bait Allah sebab ia terus-menerus membuat isyarat kepada mereka, tetapi tidak dapat berbicara.
23Setelah jangka waktu tugas keimamannya berakhir, pulanglah Zakharia ke rumahnya.
24Setelah peristiwa itu, Elisabet hamil dan menyembunyikan diri selama lima bulan. Ia berkata,
25“Inilah yang telah Tuhan lakukan kepadaku. Ia memperhatikanku dan menghapus aibku dari antara orang banyak.”
Pemberitahuan tentang Yesus Kristus
26Pada waktu usia kehamilan Elisabet berusia enam bulan, Allah mengutus malaikat Gabriel ke sebuah kota di wilayah Galilea, yang bernama Nazaret.
27Ia diutus untuk menemui seorang perawan yang bertunangan dengan seorang laki-laki bernama Yusuf, dari keturunan Daud. Nama perawan itu adalah Maria.
28Lalu, malaikat itu datang kepada Maria dan berkata, “Salam, hai engkau yang diberkati! Tuhan besertamu.”
29Mendengar perkataan itu, Maria menjadi heran. Ia bertanya-tanya dalam hatinya tentang arti salam itu.
30Malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, Maria, karena Allah telah memberikan kasih karunia-Nya kepadamu.
31Dengarlah, engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan engkau akan menamai-Nya Yesus.
32Dia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Sang Maha Tinggi. Tuhan Allah akan memberi-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.
33Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir.”
34Lalu, Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana hal ini akan terjadi sedangkan aku belum bersuami?”
35Malaikat itu menjawab dan berkata kepadanya, “Roh Kudus akan datang atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungimu. Itulah sebabnya, Anak yang akan lahir itu adalah kudus dan akan disebut Anak Allah.
36Dan, ketahuilah bahwa Elisabet, sanak saudaramu itu, sedang mengandung juga pada usia tuanya. Ia yang dahulu disebut mandul, sekarang sudah hamil selama enam bulan.
37Sebab, tidak ada hal yang mustahil bagi Allah.”
38Dan, Maria berkata, “Sesungguhnya, aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku seperti yang engkau katakan itu.” Kemudian, malaikat itu pergi meninggalkannya.
Maria Mengunjungi Elisabet
39Pada hari-hari itu, Maria bersiap-siap untuk segera pergi ke daerah pegunungan, ke suatu kota di Yehuda.
40Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41Ketika Elisabet mendengar salam dari Maria, anak di dalam kandungannya melompat dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus.
42Kemudian Elisabet berseru dengan suara keras, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah kandunganmu.
43Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang kepadaku?
44Sungguh, ketika suara salammu sampai ke telingaku, anak dalam kandunganku melompat karena sukacita.
45Berbahagialah dia yang percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya akan digenapi.”
Pujian Maria untuk Allah
46Lalu, berkatalah Maria, “Jiwaku memuliakan Allah,
47dan rohku bersukacita di dalam Allah, Juru Selamatku.
48Sebab, Allah telah memperhitungkan hamba-Nya yang hina ini. Dengarlah, mulai sekarang dan seterusnya, seluruh generasi akan menyebutku berbahagia.
49Karena Ia Yang Mahakuasa telah melakukan hal-hal yang besar kepadaku, dan kuduslah nama-Nya.
50Rahmat-Nya diberikan dari generasi ke generasi, kepada orang-orang yang takut akan Dia.
51Ia telah menunjukkan kuasa-Nya dengan tangan-Nya. Ia mencerai-beraikan orang-orang yang sombong dalam pikiran hatinya.
52Ia menurunkan para penguasa dari takhta mereka, dan meninggikan orang-orang yang rendah hati.
53Ia telah mengenyangkan orang yang lapar dengan kebaikan, tetapi mengusir orang kaya pergi dengan tangan kosong.
54Allah telah memberikan pertolongan kepada Israel, hamba-Nya, karena mengingat rahmat-Nya,
55sebagaimana yang telah Ia katakan kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56Dan, Maria tinggal bersama Elisabet kira-kira tiga bulan lamanya, lalu ia pulang ke rumahnya.
Kelahiran Yohanes Pembaptis
57Sekarang tibalah waktunya bagi Elisabet untuk melahirkan dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.
58Para tetangga dan keluarganya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang besar kepada Elisabet, dan mereka bersukacita bersama dengannya.
59Pada hari yang kedelapan, mereka datang untuk menyunatkan anak itu. Mereka hendak menamai anak itu Zakharia, seperti nama ayahnya.
60Akan tetapi, ibunya berkata, “Tidak, ia akan dinamai Yohanes.”
61Orang-orang itu berkata kepada Elisabet, “Tidak ada seorang pun di antara sanak saudaramu yang dinamai dengan nama itu.”
62Kemudian, mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk menanyakan kepadanya, nama apa yang ingin diberikannya kepada anaknya itu.
63Zakharia meminta sebuah papan tulis, dan menulis seperti ini: “Namanya Yohanes.” Dan, semua orang menjadi heran.
64Seketika itu juga, mulut Zakharia terbuka dan lidahnya terbebas. Ia pun mulai berbicara dan memuji Allah.
65Semua tetangga mereka menjadi takut dan kejadian ini menjadi bahan pembicaraan di seluruh desa perbukitan Yudea.
66Dan, semua orang yang mendengar hal ini bertanya-tanya dalam hati mereka, “Akan menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab, tangan Tuhan menyertainya.
Zakaria Memuliakan Allah
67Zakaria, ayah Yohanes, juga dipenuhi dengan Roh Kudus dan bernubuat, katanya,
68“Terpujilah Tuhan, Allah Israel sebab Ia telah melawat dan menebus umat-Nya.
69Ia telah membangkitkan tanduk keselamatan untuk kita dari keturunan Daud, hamba-Nya,
70seperti yang Ia firmankan melalui mulut nabi-nabi-Nya yang kudus sejak dahulu kala
71supaya kita diselamatkan dari musuh-musuh kita, dan dari tangan semua orang yang membenci kita.
72Ia melakukannya untuk menunjukkan rahmat kepada nenek moyang kita, dan karena mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73yaitu sumpah yang Ia ucapkan kepada nenek moyang kita, Abraham,
74bahwa kita akan dibebaskan dari tangan musuh-musuh kita supaya kita dapat melayani-Nya tanpa rasa takut,
75dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya, seumur hidup kita.
76Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi, sebab engkau akan berjalan mendahului Tuhan, untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.
77Untuk memberikan pengertian tentang keselamatan kepada umat-Nya melalui pengampunan atas dosa-dosa mereka.
78Karena rahmat dan belas kasih Allah kita, sinar Matahari akan menyinari kita dari tempat tinggi
79untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan yang berada dalam bayang-bayang maut, untuk menuntun kaki kita menuju ke jalan damai sejahtera.”
80Maka, anak itu bertumbuh semakin besar, dan semakin kuat di dalam roh. Ia tinggal di padang belantara sampai tiba waktunya untuk menunjukkan diri kepada bangsa Israel.
Lukas 2
Sensus dan Kelahiran Yesus Kristus
1Pada waktu itu, Kaisar Agustus mengeluarkan perintah agar diadakan sensus bagi semua penduduk di seluruh dunia.
2Inilah sensus penduduk yang pertama kali diadakan ketika Kirenius menjadi gubernur di Siria.
3Maka, semua orang kembali ke kota asal mereka masing-masing untuk mendaftarkan diri.
4Yusuf juga meninggalkan Nazaret, kota di Galilea, dan menuju Yudea, ke kota Daud yang disebut Betlehem, karena ia berasal dari garis keturunan Daud,
5supaya ia didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya, yang sedang hamil.
6Ketika Yusuf dan Maria berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan.
7Maria pun melahirkan Anak laki-lakinya yang pertama. Ia membungkus-Nya dengan kain lampin dan membaringkan-Nya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Para Gembala Melihat Bayi Yesus
8Di daerah yang sama, ada beberapa gembala yang tinggal di padang untuk menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam.
9Tiba-tiba, malaikat Tuhan berdiri di depan mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar di sekeliling mereka sehingga mereka sangat ketakutan.
10Akan tetapi, malaikat itu berkata kepada mereka, “Jangan takut sebab dengarlah, Aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang sukacita besar yang diperuntukkan bagi semua bangsa.
11Pada hari ini, telah lahir bagimu seorang Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12Inilah tanda bagimu: Kamu akan menemukan Bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan berbaring di dalam palungan.”
13Tiba-tiba, tampaklah bersama-sama malaikat itu sekumpulan besar tentara surgawi yang memuji Allah dan berkata,
14“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi, di antara orang-orang yang berkenan kepada-Nya.”
15Ketika para malaikat meninggalkan para gembala itu dan kembali ke surga, para gembala itu berkata satu kepada yang lain, “Mari kita ke Betlehem untuk melihat hal-hal yang sudah terjadi ini, yang telah Tuhan beritahukan kepada kita.”
16Lalu, mereka cepat-cepat pergi dan menemukan Maria dan Yusuf, serta Bayi yang terbaring di palungan.
17Ketika para gembala melihat Dia, mereka menceritakan perkataan yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18Dan, semua orang yang mendengar hal itu heran atas hal-hal yang dikatakan para gembala kepada mereka.
19Akan tetapi, Maria menyimpan hal itu dan merenungkannya dalam hatinya.
20Lalu, para gembala kembali kepada domba-domba mereka sambil memuliakan dan memuji Allah atas semua yang telah mereka lihat dan dengar seperti yang dikatakan kepada mereka.
21Dan, setelah genap delapan hari untuk menyunatkan Bayi itu, nama-Nya disebut Yesus, seperti nama yang diberikan oleh malaikat sebelum Ia dikandung di dalam rahim.
Bayi Yesus Dibawa ke Bait Allah
22Ketika hari-hari penyucian sesuai hukum Musa telah usai, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23seperti yang tertulis dalam hukum Tuhan, “Setiap anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Tuhan
24dan untuk memberikan persembahan sesuai dengan apa yang dikatakan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung dara atau dua ekor burung merpati muda.”
Simeon dan Hana Melihat Yesus
25Ada seorang laki-laki bernama Simeon yang tinggal di Yerusalem. Ia adalah orang yang benar dan saleh, yang menanti-nantikan penghiburan Allah atas Israel, dan Roh Kudus menyertainya.
26Roh Kudus memberitahunya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Kristus yang diurapi Tuhan.
27Lalu, Simeon datang ke Bait Allah atas tuntunan Roh Kudus, ketika Yusuf dan Maria membawa Bayi Yesus ke Bait Allah untuk melaksanakan kepada-Nya apa yang telah ditentukan oleh hukum Taurat.
28Kemudian, Simeon menggendong Bayi itu dan memuji Allah, katanya,
29“Sekarang, ya Tuhan, kiranya Engkau mengizinkan pelayan-Mu ini pergi dalam damai, sesuai dengan firman-Mu;
30sebab mataku telah melihat keselamatan-Mu,
31yang telah Engkau sediakan di hadapan semua bangsa;
32yaitu cahaya yang akan menerangi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, dan yang menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33Yusuf dan ibu Anak itu menjadi heran atas apa yang dikatakan Simeon tentang Dia.
34Kemudian, Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Yesus, “Dengar, Anak ini telah ditetapkan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel, serta menjadi tanda yang ditentang banyak orang.
35(Dan, sebilah pedang akan menusuk jiwamu) supaya isi hati banyak orang akan dinyatakan.”
36Di sana juga ada seorang nabiah bernama Hana, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat tua. Ia hanya hidup dengan suaminya selama tujuh tahun setelah pernikahannya,
37dan kemudian menjadi janda sampai usia 84 tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, tetapi beribadah siang dan malam dengan berpuasa dan berdoa.
38Pada waktu itu, datanglah Hana dan ia mengucap syukur kepada Allah serta menceritakan tentang Yesus kepada semua orang yang menanti-nantikan penebusan Yerusalem.
Yusuf dan Maria Pulang ke Nazaret
39Setelah Yusuf dan Maria melakukan segala sesuatu sesuai hukum Tuhan, mereka kembali ke Galilea, ke kota asal mereka, yaitu Nazaret.
40Anak itu pun bertumbuh semakin besar, kuat, penuh dengan hikmat, dan anugerah Allah ada pada-Nya.
Yesus di Bait Allah
41Setiap tahun, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada Hari Raya Paskah.
42Ketika Yesus berumur dua belas tahun, mereka pergi ke sana sesuai kebiasaan hari raya itu.
43Setelah perayaan itu berakhir, mereka pulang. Namun, Yesus tetap tinggal di Yerusalem tanpa sepengetahuan orang tua-Nya.
44Karena orang tua Yesus mengira bahwa Ia berada di antara rombongan, mereka pun melanjutkan perjalanan sampai sehari penuh. Lalu, mereka mulai mencari-Nya di antara kaum keluarga dan orang-orang yang mereka kenal.
45Ketika mereka tidak menemukan Yesus, mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari-Nya.
46Setelah tiga hari, mereka menemukan Yesus di Bait Allah sedang duduk di antara guru-guru agama, sambil mendengarkan dan mengajukan pertanyaan kepada mereka.
47Semua orang yang mendengar-Nya terheran-heran akan pengetahuan dan jawaban-jawaban-Nya.
48Ketika orang tua-Nya melihat Dia, mereka juga heran. Lalu, ibu-Nya bertanya, “Nak, mengapa Engkau melakukan ini terhadap kami? Ayah-Mu dan aku sangat cemas mencari-Mu.”
49Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidak tahukah engkau bahwa Aku pasti berada di rumah Bapa-Ku?”
50Akan tetapi, mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
51Lalu, Yesus pulang bersama mereka ke Nazaret dan menuruti mereka. Namun, ibu-Nya menyimpan perkataan itu dalam hatinya.
52Yesus pun bertumbuh semakin besar dan semakin bijaksana. Ia juga semakin disukai Allah dan manusia.
Lukas 3
Pelayanan Yohanes Pembaptis
1Pada tahun kelima belas masa pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi gubernur Yudea, Herodes menjadi raja Galilea; Filipus saudara Herodes menjadi raja wilayah Iturea dan Trakhonitis; dan Lisanias menjadi raja Abilene,
2Hanas dan Kayafas menjabat sebagai imam agung, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, yang tinggal di padang belantara.
3Maka, pergilah Yohanes ke seluruh daerah di sekitar Yordan dan memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa,
4seperti yang tertulis di dalam kitab Nabi Yesaya: “Inilah suara orang yang berseru-seru di padang belantara, ‘Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5Setiap lembah akan ditimbun, dan setiap gunung dan bukit akan diratakan. Jalan yang berliku-liku akan diluruskan, dan setiap jalan yang tidak rata akan dimuluskan.
6Dan, semua orang akan melihat keselamatan dari Tuhan!’”
7Lalu, Yohanes berkata kepada orang banyak yang datang untuk dibaptis olehnya, “Hai, kamu keturunan ular beludak! Siapa yang memperingatkanmu untuk melarikan diri dari murka yang akan datang?
8Oleh karena itu, hasilkan buah-buah yang menunjukkan pertobatanmu. Jangan berkata kepada dirimu sendiri, ‘Abraham adalah nenek moyang kami!’ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya dari batu-batu ini Allah bisa membangkitkan anak-anak bagi Abraham!
9Bahkan, mulai sekarang kapak sudah diletakkan di akar pohon. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dilemparkan ke dalam api.”
10Orang-orang bertanya kepada Yohanes, “Kalau begitu, apa yang harus kami lakukan?”
11Ia menjawab, “Setiap orang yang mempunyai dua baju, ia harus membaginya dengan orang yang tidak mempunyai. Dan, setiap orang yang mempunyai makanan, harus melakukan hal yang sama.”
12Beberapa pengumpul pajak juga datang untuk dibaptis. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Guru, apa yang harus kami lakukan?”
13Yohanes memberi tahu mereka, “Jangan menarik pajak lebih dari yang telah ditetapkan bagimu.”
14Beberapa tentara bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami lakukan?” Yohanes berkata kepada mereka, “Jangan meminta uang dari siapa pun secara paksa atau dengan tuduhan palsu. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
15Ketika semua orang sedang mengharapkan kedatangan Mesias, mereka semua bertanya-tanya dalam hati tentang Yohanes, apakah ia Kristus atau bukan.
16Yohanes menjawab mereka dan berkata, “Aku membaptis kamu dengan air. Akan tetapi, Seseorang yang lebih berkuasa daripada aku akan datang. Untuk membukakan tali sandal-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan api.
17Alat penampi sudah ada di tangan-Nya untuk membersihkan lantai pengirikan dan untuk mengumpulkan gandum yang baik ke dalam lumbung-Nya. Akan tetapi, Ia akan membakar sekam ke dalam api yang tidak akan pernah padam.”
18Dengan banyak nasihat yang lain, Yohanes mengajarkan Injil kepada banyak orang.
Yohanes Pembaptis Dipenjarakan
19Akan tetapi, karena Yohanes menegur Herodes, raja wilayah, atas hal yang telah dilakukannya dengan Herodias, istri saudara Herodes, dan karena semua hal jahat yang telah dilakukannya,
20maka Herodes menambahkan ini atas semuanya dengan menjebloskan Yohanes ke dalam penjara.
Yesus Dibaptis
21Ketika semua orang dibaptis, Yesus juga dibaptis. Dan, ketika Ia berdoa, langit terbuka,
22dan Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam wujud burung merpati. Lalu, ada suara datang dari langit dan berkata, “Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi. Kepada-Mulah Aku berkenan.”
Silsilah Yesus
23Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Orang-orang berpendapat bahwa Yesus adalah anak Yusuf. Yusuf anak Eli.
24Eli anak Matat. Matat anak Lewi. Lewi anak Malkhi. Malkhi anak Yanai. Yanai anak Yusuf.
25Yusuf anak Matica. Matica anak Amos. Amos anak Nahum. Nahum anak Hesli. Hesli anak Nagai.
26Nagai anak Maat. Maat anak Matica. Matica anak Simei. Simei anak Yosekh. Yosekh anak Yoda.
27Yoda adalah anak Yohanan. Yohanan anak Resa. Resa anak Zerubabel. Zerubabel anak Sealtiel. Sealtiel anak Neri.
28Neri anak Malkhi. Malkhi anak Adi. Adi anak Kosam. Kosam anak Elmadam. Elmadam anak Er.
29Er anak Yesua. Yesua anak Eliezer. Eliezer anak Yorim. Yorim anak Matat. Matat anak Lewi.
30Lewi adalah anak Simeon. Simeon anak Yehuda. Yehuda anak Yusuf. Yusuf anak Yonam. Yonam anak Elyakim.
31Elyakim anak Melea. Melea anak Mina. Mina anak Matata. Matata anak Natan. Natan anak Daud.
32Daud anak Isai. Isai anak Obed. Obed anak Boas. Boas anak Salmon. Salmon anak Nahason.
33Nahason adalah anak Aminadab. Aminadab anak Admin. Admin anak Arni. Arni anak Hezron. Hezron anak Peres. Peres anak Yehuda.
34Yehuda anak Yakub. Yakub anak Ishak. Ishak anak Abraham. Abraham anak Terah. Terah anak Nahor.
35Nahor anak Serug. Serug anak Rehu. Rehu anak Peleg. Peleg anak Eber. Eber anak Salmon.
36Salmon adalah anak Kenan. Kenan anak Arpakhsad. Arpakhsad anak Sem. Sem anak Nuh. Nuh anak Lamekh.
37Lamekh anak Metusalah. Metusalah anak Henokh. Henokh anak Yared. Yared anak Mahalaleel. Mahalaleel anak Kenan.
38Kenan anak Enos. Enos anak Set. Set anak Adam. Adam adalah anak Allah.